Keajaiban Smoking Area, Sebats Dulu Adalah Kunci

Banyak cerita yang bisa digali dari sebatang rokok dan secangkir kopi.

Kalau kau seorang introver, cobalah nongkrong di smoking area. Dengan asupan nikotin dan kafein yang cukup, kau akan siap berbincang dengan siapa saja, tentang apa saja. Mulai dari hal-hal receh seperti kehidupan sehari-hari sampai siasat cerdas untuk menyelamatkan Bumi.

Ketika berada di ruang publik seperti stasiun, hotel, bandara, mal, atau ruang publik lain yang tidak diperbolehkan merokok, oase bagi para perokok militan dalah smoking area. Apa pun bentuknya, tak peduli sekecil atau sepengap apa pun tempatnya, smoking area tetaplah sebuah suaka.

Dan di sanalah percakapan-percakapan kerap dimulai.

Sebagai seseorang yang konon introvert, aku tak terlalu suka berinteraksi dengan manusia. Aku lebih suka ngobrol dengan ricecooker atau kran air. Tetapi di smoking area, aku bahkan bisa menyapa orang duluan dan membuka percakapan.

Begitu juga dengan orang-orang lainnya. Bila dalam situasi atau tempat lain, orang-orang kerap sulit diajak untuk berinteraksi apalagi diskusi, tidak begitu jika di smoking area. Mereka akan dengan lancar bercerita. Kadang, aku mendapatkan cerita yang biasa-biasa saja, tak jarang pula mendengar berbagai cerita menarik yang membuatku geleng-geleng kepala.

Rokok dan kafein juga dapat memantik diskusi. Tentang politik, tentang kebudayaan, tentang fenomena sosial, tentang apa saja.

Aku tak tahu apa sebabnya. Barangkali karena kami -para perokok- ketika berada di smoking area memiliki rasa kedekatan, senasib sepenanggungan.

Asal kau tahu, di ruang publik, terutama di kota-kota besar, tak tersedia tempat manusiawi bagi para perokok. Smoking area, kalaupun ada, seakan dibuat seadanya. Kecil, pengap, atau hanya berupa lorong dengan sebuah asbak dan kami harus berdiri seperti sedang menunggu antrean atau duduk lesehan layaknya gelandangan.

Itu bukan masalah, setidaknya bagiku. Aku sudah mahfum bahwa para perokok kerap diperlakukan sebagai pesakitan: para penjahat yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Pun, aku sendiri tak pernah meminta banyak. Asalkan tersedia tempatnya, hal-hal lain tak begitu penting lagi.